Selasa, 28 Januari 2014

Kisah Supadmo warga Katimpun Mantangai Kuala Kapuas

Awalnya datang ke Kalimantan Tengah adalah menjadi tenaga kerja di perusahaan kayu di Kecamatan Mantangai kabupaten kapuas kalimantan Tengah. Saat itu masih berusia muda dengan sejuta hapan merubah nasib di 'kampung orang.' Adalah Supadmo pemuda yang berasal dari Tulung Agung Jawa Timur ini tanpa lelah bekerja di sektor perkayuan, baik sebagai penebang, pengangkut dan akhirnya bekerja di industri hilirnya. RTegulasi pemerintah yang mulai melarang penebangan kayu hutan, maka Supadmo sekeluarga beralih profesi menjadi pekebun karet, buah2an dan petani padi gunug/ladang. Hasil jerih payahnya bekerja di sektor perkayuan di tabung dan di belikan sebidang tanah di handil sanaman desa Katimpun mantangai Kapuas seluas 4 ha. Saat ini sudah tumbuh tanaman karet lokal dan unggul (bantuan program KFCP 2014). Walau belum menikmati hasilnya, tampak kebun karet lokal supadmo tampak subur dan menanti pisau sadapan untuk menghasilkan latek.Belum lagi areal persawahan padi ladang yang mulai menghijau tumbuh subur terkena guyuran air hujan, di harapkan mampu menghasilkan beras untuk kebutuhan pangan sehari2. Kunjungan tim KFCP dan SKPD Dinas Pertanian tanaman Pangan dan Hortikultura Kab kapuas menambah motivasi dan pengetahuan dalam bidang budidayanya.

Minggu, 25 Agustus 2013

CARA PERLINDUNGAN PADI

Kerugian akibat serangan burung pipit,emprit sangat tinggi. hal ini berkaitan dengan jumlah populasi burung yang ada di lokasi tersebut. Biasanya kerugian akibat dari serangan hama ini di kaitkan dengan pola tanam yang tidak serempak. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat petani di desa margotuwu kabupaten pati adalah menggunakan jaring nylon. Efektifitas pencegahan ini tergantung dari cara pemasangan jaring oleh petani. Bentuk dan ukuran jaring ini panjang 50 meter dan lebar 3 meter. harga yang di tawarkann untuk membeli jaring ini juga tidak terlalu mahal Rp. 35.000,-.Toko yang menjual alat ini terdapat di kota Tayu Kabupaten pati, sekitar 5 km dari desa ini.

Rabu, 13 Juli 2011

Kandang Sapi

Masyarakat pedesaan dalam meningkatkan taraf hidupnya, berupaya dari berbagai lapangan pekerjaan yang ada. Lahan pertanian merupakan sumber utama mata pencaharian di pedesaan,hal ini sesuai dengan letak Indonesia di garis Khatulistiwa yang beriklim tropis. Pengembangan Hortikultura merupakan salah satu usah pertanian yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Budidaya hortikultura komoditas sayuran memerlukan waktu budidaya yang singkat di bandingka budidaya tanaman padi. Cukup memerlukan waktu 6 minggu beberapa jenis sayuran bisa dipanen, misalnya Bayam , sawi, Kacang panjang. Dengan demikian usaha tani yang intensif dan terpadu antara tanaman padi, sayuran dan ternak pada masa yang akan datang akan mampu meningkatkan pendapatan petani. Keterpaduan antara ternak dan pertanian akan meningkatkan kesuburan tanah secara alami dan berkesinambungan. hal ini sesuai dengan siklus makanan dalam rantai ekologi.

Rabu, 09 Maret 2011

Petani Tebu


Di sebelah timur gunung Muria, tepatnya di desa kajar Trangkil Pati memiliki potensi sawah pertanian yang sangat subur. Petani setempat banyak membudidayakan aneka tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. salah satu jenis tanaman yang banyak di tanam petani setempat adalah tanaman tebu. Tebu yang memiliki ruas-ruas batang yang manis ini, banyak di minati petani setempat untuk ditanam. Banyak tenaga kerja yang diserap dalam areal tebu ini, mulau dari tukang cangkul , memupuk, menyiangi hingga tenaga panen.

SAWAH


Di ujung desa yang sunyi dan tenteram ini terdapat lahan pertanian yang luas dan sangat subur. Aneka tanaman di budidayakan masyarakat setempat, antara lain tanaman pangan (Padi, jagung) tanaman Palawija (kedelai) dan tanaman sayuran. Sungguh sangat indah suasana alam pedesaan, tak kala pagi hari terlihat petani dengan memanggul cangkul dan menggiring ternak menuju persawahan.